Museum Biologi

Museum Biologi

Museum Biologi menjadi salah satu tempat belajar yang  mengasyikkan untuk dikunjungi. Di tempat wisata edukasi ini, anda bisa mengajak anak untuk melihat secara langsung objek biologi yang bisa menjadi cara belajar efektif. Jika biasanya anda menjumpai museum-museum sejarah, Yogyakarta memiliki museum biologi yang dikemas dengan desain yang menarik. Untuk lebih jelasnya, anda bisa menyimak beberapa informasi yang kami berikan berikut ini.

Pada awalnya, museum ini terletak di jalan Sultan Agung dan dirintis sejak terbentuknya museum zoologicum yang dibangun pada tahun 1964. Museum tersebut berada disalah satu ruangan di Sekip dalam kampus UGM yang dipimpin oleh Prof. Drg. R. G. Indryono. Selain itu, dalam museum ini herbarium menempati sebagian gedung yang pada saat itu dipimpin oleh Prof. If. Moeso Suryowinoto.

Pada awal tahun 1956, keuda museum tersebut berada dibawah naungan Fakultas Biologi UGM yang pada saat itu terkenal sebagai Fakultas Kompleks Ngasem. Hingga seiring dengan berbagai perjuangan yang telah dilewati, pada tanggal 20 september 1969, museum tersebut diresmikan. Museum tersebut diresmikan oleh rektor UGM  saat itu, yaitu Prof. Dr. Soeroso H. Prawirohardjo, M.A. sejak diresmikan, museum biologi mulai dibuka untuk umum pada 1 Januari 1970. Tempat wisata ini telah kami rangkum dalam paket tour jogja 2 hari.

Selanjutnya, pada tahun 1969 hingga 2001, Des. Anthon bertanggung jawab atas pengelolaan museum tersebut ketua pelaksana sekaligus direktur museum yang pertama. Setelah itu, kepemimpinan selanjutnya dipegang oleh dosen-dosen biologi yang ditunjuk langsung oleh dekan UGM dengan menggunakan surat keputusan.

Daya Tarik Musem Biologi

1. Wisata Edukasi di Jogja

Museum geologi merupakan museum khusus pendidikan yang memfokuskan pada pendidikan hayati. Koleksi di museum biologi ini lebih didominasi oleh berbagai macam flora dan fauna seperti awetan basah, kerangka dan taksidermi. Sebagian besar dari koleksi fauna berasal dari negara kita.  Namun ada beberapa koleksi fauna yang didapatkan dari sumbangan luar negeri, peneliti, dosen serta masyarakat.

2. Melihat Koleksi Langka Di Museum Biologi

Setiap koleksi yang berada di museum ini termasuk dalam kategori dilindungi, seperti harimau, beruang madu, burung cendrawasih, trenggiling dan juga burung elang. Menariknya, sebagian dari koleksi fauna disajikan dengan diorama di habitat masing-masing. Beberapa koleksi flora museum ini ditampilkan dengan herbarium kering dan basah. Simplisia yang berupa biji-bijian lokal serta tanaman obat mewakili tradisi budaya menjadi koleksi flora di museum tersebut.

Jika dilihat secara umum, koleksi museum biologi ini dibagi menjadi empat jenis yaitu biologika, arkeologika, historika, dan etnografi. Koleksi biologika berjumlah 1383 buah dengan historika hanya 1 buah. Untuk koleksi arkeologi terdiri dari 14 buah dan etnografi baru memiliki koleksi 1 buah.

Lihat tempat wisata jogja lainnya: Sindu Kusuma Edupark

Untuk koleksi historika yang berada di museum tersebut adalah foto banguna museum dari zaman ke zaman, sejak pertama berdiri hingga foto bangunan pada saat ini. sedangkan untuk koleksi arkeologi adalah fosil elephas dengan jenis koleksi foto. Museum ini juga menyajikan koleksi arkeologika yang berupa foto mayat yang dikeringkan. Sedangkan untuk koleksi biologi, anda bisa melihat berbagai jenis flora dan fauna yang disajikan. Beberapa koleksi tersebut dapat anda lihat di museum biologi untuk menambah ilmu pengetahuan anda.

3. Berkunjung ke Museum Biologi

Museum biologi menjadi salah satu tempat yang direkomendasikan bagi para wisatawan. jika kebanyakan wisatawan akan mengunjungi berbagai tempat wisata yang seru dan menyenangkan, wisata edukasi ini juga layak dijadikan sebagai pilihan. Jangan khawatir akan bosan ketika anda mengunjungi museum edukasi yang satu ini. selain karena koleksinya yang beragam, museum ini juga didesain dengan gaya yang menarik dan tidak membosankan. Anda bisa mengajak anak, sanak saudara dan keluarga anda untuk berwisata sekaligus menambah wawasan pengetahuan mereka.

Dengan adanya museum ini, anda bisa mengunjungi tempat wisata edukasi yang menambah ilmu pengetahuan anda dan keluarga. dengan koleksi yang beragam dan harga tiket masuk yang terjangkau, tidak ada salahnya anda membawa rombongan untuk berwisata sekaligus belajar dengan cara yang mengasyikkan. Selain museum biologi, Yogyakarta juga memiliki beberapa museum sejarah yang tidak kalah menarik.

Harga Tiket Masuk Museum Biologi

Untuk berkunjung dan melihat koleksi yang terdapat di museum ini, anda bisa berkunjung pada hari senin hingga jumat. Untuk hari senin hingga jumat, anda bisa mengunjungi museum ini mulai dari pukul 07.30 hingga 16.00. sedangkan pada hari jumat, waktu kunjung lebih sedikit karena museum ditutup pada pukul 15.00. Nah pada akhir pekan yaitu sabtu, minggu dan hari  libur lainnya, museum ini tutup, sehingga anda bisa menghindari hari-hari tersebut.

Namun jangan khawatir, bagi anda yang membawa rombongan banyak, museum ini bisa melayani kunjungan pada akhir pekan dan hari libur. Syaratnya anda harus menghubungi pihak museum terlebih dahulu. Untuk harga tiket masuk, kalangan pelajar dan mahasiswa dapat menikmati koleksi di museum dengan membayar Rp 5.000 saja. sedangkan untuk kalangan umum, harga tiket masuk yang diberikan adalah Rp 7.000 dan Rp 15.000 untuk wisatawan asing.

Lokasi

Alamat: Jl. Sultan Agung No.22, Wirogunan, Kec. Mergangsan, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta 55151

Lihat: Google map

Jika Anda ingin mengunjungi tempat wisata ini bersama rombongan, Anda bisa menggunakan jasa sewa bus jogja dengan fasilitas lengkap.

Fasilitas

Seperti dengan tempat wisata lainnya, museum ini juga dilengkapi dengan berbagai  fasilitas yang  mendukung. Bagi anda yang berkunjung  ke museum  ini, pihak  pengelola menyediakan fasilitas umum seperti toilet, mushola  dan lain sebagainya. Bagi anda yang lelah  setelah  berkeliling museum, bisa berisitirahat di kantin  yang menyajikan beberapa makanan  dan minuman.

Museum biologi bisa anda kunjungi untuk menambah ilmu pengetahuan. Meskipun beberapa pengunjung mengeluhkan tata pencahayaan yang kurang terang, namun museum ini tetap layak untuk dikunjungi.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *